Cari Tahu Gejala Awal Diabetes dan Pencegahannya Sejak Dini

1 comment
Konten [Tampil]
Kesehatan merupakan hal penting yang harus dijaga oleh semua orang dan keluarga. Saat ini mewujudkan hidup sehat menjadi sebuah persoalan penting dan harus mendapatkan perhatian bersama. Mengapa demikian? Karena hal ini sangat berhubungan dengan pola hidup masyarakat. Salah satu masalah atau gangguan kesehatan yang sering ditemukan di masayarakat adalah diabetes melitus atau dikenal juga dengan kencing manis. Seperti apakah sebenarnya gejala awal diabetes dan pencegahannya?

gejala awal diabetes dan pencegahannya

Gejala Awal diabetes dan pencegahannya

Sebelum membahas lebih jauh tentang gejala awal diabetes dan pencegahannya akan lebih baik jika membahas kembali tentang apa itu diabetes melitus (DM) atau kencing manis.

Menurut dr. Apriliana Adhyaksari, Sp.PD, M.Kes dalam tulisannya di laman EMC Health Care disebutkan bahwa Diabetes atau yang biasa dikenal dengan penyakit kencing manis atau sakit gula, merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia.

Maka dari itu tidak heran ketika ada yang bertanya pada orang yang mengalami kencing manis ini meraka akan mejawah kadar gulanya tinggi, Tidak normal. Berapa sebenarnya kadar gula normal pada setiap orang? Kisaran kadar gula normal dalam darah umumnya adalah kurang dari 126 mg/dL saat puasa (sebelum makan) dan kurang dari 140 mg/dL untuk 2 jam setelah makan.

Lantas seperti apa gejala awal diabetes dan pencegahannya? Mengetahui gejala diabetes dan bagaimana mencegahnya menjadi hal yang perlu diketahui oleh semua orang. Tujuannya sebagai pengetahuan dan sebagai bahan edukasi bagi keluarga dalam mewujudukan keluarga sehat yang menerapkan pola hidup sehat.

gelaja kencing manis

Gejala Diabetes Melitus

Berbicara gejala diabetes melitus, gangguan kesehatan yang satu ini seringkali muncul tanpa gejala dan tiba-tiba saat cek ke dokter seseorang mengalami diabetes.

dr. Apriliana Adhyaksari, Sp.PD, M.Kes menyebutkan bahwa tanda awal diabetes memang sering kali tidak terlihat. Oleh karena itu, banyak orang baru menyadari memiliki diabetes ketika telah mengalami komplikasi. Itulah sebabnya, semua orang perlu mengenali tanda-tanda gejala diabetes melitus ini lebih awal, agar bisa melakukan pencegahan sedini mungkin.

Gejala tipikal yang sering dirasakan penderita diabetes antara lain poliuria (sering buang air kecil), polidipsia (sering haus), dan polifagia (banyak makan/ mudah lapar). Selain itu sering pula muncul keluhan penglihatan kabur, koordinasi gerak anggota tubuh terganggu, kesemutan pada tangan atau kaki, timbul gatal-gatal yang seringkali sangat mengganggu (pruritus), dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

Pada Diabetes Melitus Tipe I gejala klasik yang umum dikeluhkan adalah poliuria, polidipsia, polifagia, penurunan berat badan, cepat merasa lelah (fatigue), iritabilitas, dan pruritus (gatal-gatal pada kulit).

Sedangkan Diabetes Melitus Tipe 2 gejala yang seringkali dikeluhkan umumnya hampir tidak ada. Sehingga Diabetes Melitus Tipe 2 ini seringkali muncul tanpa diketahui. Selain itu penanganannya baru dimulai beberapa tahun kemudian ketika penyakit sudah berkembang dan sudah terjadi komplikasi.

Mereka penderita DM 2 ini biasanyat lebih mudah terkena infeksi, dan sulit sembuh dari luka. Selain itu daya penglihatan makin memburuk, dan umumnya menderita hipertensi, hiperlipidemia, obesitas, dan juga komplikasi pada pembuluh darah dan syaraf.

gejala awal diabetes dan pencegahannya

Penyebab Diabetes Melitus

Beberapa hal yang menyebabkan orang menderita kencing manis sebagai mana disebutkan dalam laman p2ptm kemkes yaitu:

1. Tidak melakukan pemeriksaan gula darah secara teratur.

Orang-orang seringkali merasa bahwa dirinya dalam keadaan sehat. Sehingga enggan untuk melakukan pemeriksaan diri termasuk pemeriksaan gula darah. Terlebih di masyarakat masih banyak yang memiliki pola pikir kalau ke rumah sakit atau ke fasilitas kesehatan hanya dilakukan jika dalam keadaan sakit. Selebihnya selama tidak merasakan keluhan apapun akan menganggap diri dalam keadaan sehat.

Dampaknya tidak bisa melakukan pencegahan secara diri dari mengalami kencing manis atau diabetes melitus ini. Untuk itu, sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Begitu merasakan gejala yang menunjukkan kencing manis, segeralah untuk memeriksakan diri Anda ke dokter.

2. Nutrisi yang tidak seimbang.

Gaya hidup saat ini lebih pada gaya hidup praktis dan instan. Orang-orang tidak mau ribet dan banyak mengonsumsi makanan yang hanya penuh dengan karbohidrat dan lemak. Padahal pola makan seseorang yang tidak memiliki nutrisi seimbang cenderung meningkatkan gula darah. Menu makanan yang hanya didominasi oleh karbohidrat, lemak, dan makanan berkolesterol membuat darah akan penuh dengan kolesterol. Sedangkan makanan yang kaya serat serat dan sayuran akan membuat nutrisi terserap sempurna oleh tubuh.

3. Aktifitas fisik yang tidak seimbang.

Aktivitas fisik yang tidak seimbang akan menghambat peredaran darah. Peredaran darah menjadi tidak lancar. Terlebih lagi peredaran darah akan tersumbat karena darah tidak mengalir ketika kolesterol dan lemak jahat dalam darah tidak dikeluarkan melalui aktifitas fisik yang menghasilkan keringat.

4. Mengonsumsi minuman yang disertakan Pemanis Buatan

Pemanis alami tidak memerlukan waktu lama untuk diserap oleh tubuh, sedangkan pemanis buatan akan bertahan dalam darah dan merusak sistem kerja insulin.Sehingga saat mengonsumsi minuman yang mengandung pemanis buatan kadar glukosa dalam darah menjadi berlebih.

5. Cemilan tidak sehat.

Sehubungan dengan cemilan, semua orang juga harus bisa memilih apa yang akan dikonsumsi. Jika tidak pintar dalam memilih cemilan, seperti coklat atau es krim, maka glukosa dalam darah meningkat. Sebaliknya agar bisa hidup sehat maka pilihlah cemilan sehat yang bisa berasal dari buah-buahan, sayur dan biji-bijian.
penyebab diabetes melitus

Pencegahan Diabetes Melitus

Untuk mencegah dan menanggulangi diabetes melitus beberapa hal berikut bisa dilakukan mulai sekarang. Tujuannya adalah untuk bisa mencegah dan mengobati jika sudah terlanjur mengalami.

1. Pemeriksaan Kesehatan Secara Teratur

Pedulilah akan kesehatan Anda. Banyak orang mengabaikan gejala tipe 2 karena merasa badan sehat-sehat saja. Diabetes yang tidak dideteksi secara dini dapat menyebar ke organ lain dan menimbulkan penyakit komplikasi. 

Jika anda ingin yakin terbebas dari diabetes, maka sejak dini harus melakukan pemeriksaan kesehatan. Tes atau screening bisa dilakukan di setiap fasilitas penyedia kesehatan, seperti fasilitas kesehatan, tempat praktek dokter, klinik atau laboratorium. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi kadar gula dalam darah dan bisa mengetahui apa yang harus dilakukan dari hasil pemeriksaan.

2. Menjalani Pengobatan Secara Intensif

Tujuan pengobatan jelas untuk membuat gula darah mendekati normal ataupun menjadi normal. Walaupun pengobatan dijalani secara intensif, pemilihan makanan dan aktifitas sangatlah menentukan akan normalnya gula darah. Saat membeli obat pastikan membeli dengan resep dokter atau tidak membeli obat bebas sembarangan.

Perlu dipahami juga jika obat anti diabetes terdapat lebih dari satu macam. Ada obat berupa tablet yang diberikan secara oral dan ada juga obat dalam bentuk injeksi. Insulin yang diinjeksikan wajib untuk penderita Diabetes tipe 1 sedangkan untuk tipe 2 digunakan obat oral.

3. Aktif Secara Fisik

Setelah obat, maka penderita Diabetes haruslah aktif secara fisik. Maksudnya adalah orang yang mengalami diabetes melitus harus tetap melakukan kegiatan fisik. Tujuannya agar membantu kadar gula dalam darah keluar dan darah kembali memproduksi insulin. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang punya aktifitas fisik punya resiko diabetes lebih kecil sebanyak 30-50% dibandingkan dengan individu pasif.

4. Memperbaiki Kualitas Makanan

Penderita Diabetes ataupun Anda yang ingin bebas haruslah mempunyai diet seiring dengan itu. Perlu menjaga kualitas makanan yang diasup setiap hari. Kembali beralih pada pola hidup sehat termasuk pad apola makan makanan sehat. Terlebih bagi penderita diabetes melitus, memperbanyak makanan sehat sangat dianjurkan. Termasuk mengurangi gula, minyak, dan semua makanan berlemak lainnya. Selain itu selalu selalu memasukkan buah ke dalam menu makanan sehat yang dikonsumsi.

5. Dukungan Masyarakat

Dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor eksternal yang bisa memberikan semangat atau motivasi kepada penderita untuk bisa sembuh. Dukungan masyarakat ini beragam, bisa dalam berupa aktivitas yang berhubungan dengan fisik, seperti berjalan kaki bersama.

Tidak hanya itu, dukungan masyarakat ini juga bisa dalam bentuk edukasi penumbuhan kesadaran untuk memeriksakan diri, dan kesadaran untuk mengobati Diabetes dan komplikasinya. Edukasi dan advokasi harus terus dilakukan agar semakin banyak ornag yang menyadari tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat.

Kesimpulan

Gangguan kesehatan diabetes melitus atau yang banyak dikenal oleh masyarakat sebagai kencing manis merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah.

Masyarakat harus memahami tentang bagaimana gejala dari diabetes melitus sehingga bisa mencegah dan mengurangi resiko diabetes pada diri. Selain itu juga mengetahui bagaimana cara mencegahnya serta penanggulangan jika mengalami diabetes. Untuk itu upaya memberikan edukasi dan advokasi kepada masyarakat harus terus dilakukan bersama.

Yuk ikut serta menjadi bagian perubahan besar dengan memberikan edukasi kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat berhubungan dengan diabetes khususnya bagaimana gejala awal diabetes dan pencegahannya.


Sumber:
https://p2ptm.kemkes.go.id/informasi-p2ptm/penyakit-diabetes-melitus
https://www.emc.id/id/care-plus/waspada-inilah-tanda-tanda-gejala-diabetes

Related Posts

1 comment

  1. Beberapa tahun lalu, sebelum pandemi, temenku ada yg meninggal Krn diabetes. Masih muda, kami sebaya. Tapi gula darahnya 400 😔. Sempet koma, tapi akhirnya meninggal. Sejak itu aku langsung ngeri dengan gaya hidup sendiri . Langsung berniat banget berubah. Trutama pola makan yg aku mulai perhatiin. Manis2 sekarang dihindarin. Terus masuk pula pandemi. Langsung ditambah dengan rajin workout. Seminggu 4x, 40 menit tiap ngelakuin, at least badan harus bergerak. Ngeri memang penyakit kayak diabetes ini :(. Terkadang silent banget, tau2 udh fatal 😣

    ReplyDelete

Post a Comment