deeva collection

Hari Guru Nasional dan Tugas Seorang Guru

Konten [Tampil]
Hari Guru Nasional, 25 November ditetapkan pertama kali pada tahun 1994. Hari ini memiliki makna tersendiri bagi para guru ataupun orang-orang yang pernah menjadi guru. Hari Guru Nasional dan tugas seorang guru adalah hal yang bisa dipisahkan.

Hari ini diperingati untuk mengenang perjuang guru dalam mewujudkan terpenuhinya hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Hari yang muncul sebagai bentuk apresiasi bagi para guru yang terus berjuang dan berkorban untuk bangsa.

Tugas seorang guru tidaklah mudah. Membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Perjuangan berat harus dilalui sebelum menjadi seorang guru yang mendapatkan apresiasi secara layak.

Pernah tahu guru dengan gaji tak seberapa, harus menempuh perjalanan berpuluh kilometer? Pernah mendengar bagaimana perjuangan guru harus bekerja sambilan sepulang mengajar agar dapur tetap mengepul?

Kisah pilu lain seorang guru dengan pengabdian yang lama, bahkan bukan hanya lama, tapi sudah lama sekali namun honornya tak seberapa. Seperti dilansir dalam laman idntimes.com, seorang guru yang telah 40 tahun mengabdi dalam dunia pendidikan hanya menerima Rp.500.000,- setiap bulan. Itupun diperoleh dari dua sekolah.

Pengalaman lain, dialami Dedi seperti dilansir merdeka.com, seorang guru honorer yang mendapatkan Rp.12.000,/hari sesuai dengan jumlah kehadiran. Itupun dicairkan setiap 3 bulan sekali.

Mungkin di luar sana masih banyak lagi kisah pilu yang dialami mereka, para pahlawan tanpa tanda jasa yang terus berjuang tak kenal lelah. Tak peduli berapapun honor yang diterima, mereka hanya tahu tanggung jawab dan tugasnya.

Mereka terus dan selalu berusaha memberikan dan mempersembahkan yang terbaik untuk murid-muridnya. Membersiapkan semua kebutuhan jauh-jauh hari. Bahkan waktu untuk bersam akeluarga terkadang harus direlakan demi mempersiapkan kebutuhan siswa yang akan diajar.

A. Siapakah Guru Itu?

tugas guru

Selama ini saya mendapati hal yang sangat berbeda dari waktu-waktu terdahulu berhubungan dengan posisi guru. Dahulu seorang guru sangat dihormati oleh siswanya. Jangankan berbicara kepada guru dengan lantang, menatap wajahnya saja tidak berani.

Dahulu seorang guru sangat dihormati oleh orang tua, karena mereka sadar tidak bisa melakukan apa yang bisa dilakukan oleh guru di sekolah. Mendampingi anak-anak, mengajari, memberikan perhatian dan kasih sayang kepada mereka selama di sekolah. Bisakah kita melakukan hal itu seharian? Sehari saja, atau satu jam saja.

Dahulu orang tua tidak serta merta menerima pengaduan anaknya, tapi akan diam saja, karena mereka yakin anaknya akan menjadi anak yang benar, baik, disiplin, dan sukses kelak berkat didikan dari gurunya di sekolah.

Saya ingat betul, bagaimana orang tua zaman dahulu ketika mendapatkan laporan dari anaknya kalau dia dicubit, dipukul menggunakan penggaris oleh gurunya. Orang tua itu akan mengatakan, “Sudah minta maaf sama gurunya?” atau malah mengomeli si anak.

Kalau boleh saya mengatakan, saatnya orang tua sekarang menjalin kembali hubungan baik dengan guru. Menguatkan komunikasi dengan lebih intens bersama guru.

Sesekali tanyakan perkembangan anak di sekolah, bukan hanya menanyakan prestasi. Cobalah menanyakan hal buruk apa yang anak kita lakukan di sekolah hari ini.

Tidak untuk menghakimi anak. Jika ada hal buruk dilakukan anak, maka ini bisa menjadi bahan perbaikan bagi orang tua dalam mendidik anak di rumah. Mengapa demikian? Karena ada hal yang tidak diketahui orang tua ketika anak di luar rumah.

Mari kita lihat siapakah guru itu, sehingga kita bisa memposisikan mereka dengan benar. Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

B. Tugas Seorang Guru

Guru adalah sosok yang sangat berharga bukan hanya bagi keluarga namun bagi bangsa. Pada gurulah semua tertumpu. Guru harus mentransformasi seluruh pengetahuan kepada siswa.
hari guru nasional
Ilustrasi guru dan siswa di kelas

Mengajarkan anak untuk membaca, mengajarkan anak untuk berhitung, mengajarkan anak disiplin, dan mengajarkan anak tentang tanggung jawab.

Saat pandemi semua orang tua pasti merasakan bagaimana beratnya menjalankan tugas sebagai seorang guru. DI rumah harus menemani anak belajar secara daring. Mentransformasi ilmu untuk anak, membantu anak memecahkan persoalan.

Pertanyaannya, orang tua merasa berat atau tidak menjalankan tugas itu? Pastinya berat, jangankan sehari, satu jam saja sudah membuat orang tua stres.

Maka dari itu, mari di hari guru ini kita sebagai orang tua kembali memahami betapa beratnya tugas seorang guru. Dalam Undang-Undang No.14 Tahun 2005 pada pasal 20 disebutkan bawa menjalankan tugas seorang guru berkewajiban untuk:
  1. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
  2. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi , dan seni;
  3. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran;
  4. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika, dan;
  5. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

C. Surat Untuk Guru

hari-guru-nasional
Bapak dan Ibu Guru, kami tidak tahu akan menjadi seperti apa tanpa bimbingan dan didikanmu. Kami tidak tahu akan sesabar apa diri ini, tanpa kesabaranmu dalam mengajar dan mendidik kami.

Kami tidak akan tahu bagaimana cara bertanggung jawab tanpa ada bimbingan dan perhatianmu. Kami tidak akan pernah menjadi siapa-siapa tanpa keikhlasan dan doa tulus darimu.

Terima kasih guru, engkau rela meninggalkan anak dan keluargamu yang sakit demi mendidik kami. Engkau rela diguyur hujan deras, menerjang angin, demi menyampaikan ilmu kepada kami.

Saat engkau sakit pun masih mengingat diri ini. Masih mengingat anak didikmu di sekolah.

Terima kasih guru, atas segala pengorbanan dan perjuanganmu. Terkadang harus tertidur hingga larut demi memberikan laporan perkembangan anak didikmu kepada orang tuanya.

Mungkin kami para orang tua hanya melihat deretan angka ataupun predikat lainnya dalam rapor anak. Padahal sebenarnya ada peluh, penat, dalam mewujudkannya.

Terima kasih guru, atas segala jasamu. Tugasmu begitu mulia, jasamu begitu tak ternilai. Semoga semua perjuanganmu menjadi jariyah kebaikan yang akan membahagiakanmu kelak.

Setelah melihat pemaparan di atas apa yang kita rasakan sebagai orang tua? Masihkan kita akan memandang sebelah mata guru anak-anak kita? Masihkan akan merendahkan mereka?


Sobat Deeva, kita memang bukan guru, namun kita adalah orang yang merasakan jasa dari para guru. Mulai dari pendidikan usia dini hingga tingkat menengah kita merasakan campur tangan guru dalam mewujudkan impian kita, impian anak-anak kita.

Mari Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan. 
Sudah saatnya kita jadikan momentum Hari Guru Nasional ini sebagai momen untuk bisa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada guru yang senantiasa memberikan yang terbaik bagi keluarga kita. 






Related Posts

11 comments

  1. setuju pak.. zaman now karena merasa "membayar" jadi kadang semena-mena sama guru ya pak, beda dengan zaman dulu. guru benar-benar dihormati. kalau pelajar zaman now, seperti hilang adabnya kepada guru.. semoga kita bisa mendidik anak-anak kita agar selalu hormat dna menjaga adab pada guru..

    ReplyDelete
  2. That's why ada adab sebelum ilmu :') memang butuh adab dulu sebelum belajar biar bisa menghargai sang gurunya ya pak.

    Sangat takjub dengan guru yang upahnya kecil tapi semangat mengabdinya luar biasa. Masha Allah, semoga sehat selalu :')

    ReplyDelete
  3. Selamat hari guru buat para guru di Indonesia dan orang tua. Karena sejatinya orangtua adalah guru pertama bagi anak-anak.

    ReplyDelete
  4. Tak pernah terbayangkan apa jadinya kita saat ini tanpa guru ya kang ugi... Semoga para guru yang telah berjasa dalam hidup kita diberikan pahala yang melimpah... Amiiinnn

    ReplyDelete
  5. Setuju banget Pak... Toss dulu ah,,, Jadi guru itu tidaklah mudah. Butuh pengorbanan dan perjuangan.

    ReplyDelete
  6. Selamat hari guru, semoga para guru, orangtua dan semuanya diberikan kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah SWT...

    ReplyDelete
  7. Ah, kalau sudah bicara guru nih nggak ada habisnya, beneran pahlawan tanpa tanda jasa ya, semoga kesejahteraan guru makin diperhatikan

    ReplyDelete
  8. Penting banget bahwa hubungan antara guru dn orang tua harus sinergi. Sebab sejatinya guru anak2 itu adalh ortu. Sedang sekolah dan gurunya adalah mitra.

    Jadi, bagi para orang tua sekali lagi. Sangat perlu untuk membangun komunikasi atau hubgan dg guru terkait progres pendidikan anaknya.

    Keren artikelnya ini . Semga mereminder lagi para guru dan orang tua tentunya

    ReplyDelete
  9. Inilah yang saya kecewakan dengan nasib para guru khususnya honorer.. Kita bisa seperti sekarang ini salah satunya karena ada guru yang membimbing kita..
    Dan sedih sekali melihat para guru yang kurang dihargai..
    Salut sama semua guru yang membersamai kita.. Selamat hari guru nasional :D

    ReplyDelete
  10. Peran guru memang luar biasa ya, baik yg tersertifikasi maupun tidak. Krna tiap orang tua adl guru bagi anak2nya

    ReplyDelete
  11. Selamat hari guru buat para guru. Bagiku, melihat para guru seperti melihat cermin. Lahir dari kedua orangtua yang guru dan akhirnya akupun jadi guru.

    ReplyDelete

Post a Comment