deeva collection

Cara Optimasi Media Sosial untuk Memperkuat Personal Branding Writerpreneur

Konten [Tampil]
Sebagai orang yang terjun dalam dunia blog tentu perlu menyelaraskan setiap yang kita kerjakan untuk memperkuat personal branding. Terlebih sebagai blogger yang sangat erat dengan dunia kepenulisan. Blogger yang tak lepas dari kegiatan menulis merupakan bagian dari jenis writerpreneur yang perlu diperkuat citra dirinya. Citra diri atau personal branding sebagai writerpreneur ini bisa juga dilakukan dengan mengoptimasi media sosial.

personal branding
Designed by Using Canva
Berbicara writerpreneur dan personal branding, saya pernah mendapatkan materi ini dalam kelas open recruitment one day one post. Ini dia rangkuman dari kedua materi yang dibahas dalam dua sesi berbeda, dan tentunya oleh dua narasumber yang berbeda.

A. Writerpreneur

Materi Writerpreneur dalam open recruitment ODOP Batch 9 sangat menarik. Materi ini juga memiliki keterkaitan dengan materi berikutnya yaitu personal branding. Materi ini menghadirkan narasumber MS. Wijaya. Seorang Co-Founder dan Rektor di Kampus Nulis Aja Community (NAC). Dia juga merupakan pendiri Komunitas Jember Menulis, dan penulis buku Pohon Impian. Beberapa karya lainnya dapat kita temukan di google play book, Storial, Kwikku, dan Wattpad. Apa saja yang disampaikan dalam sesinya malam itu? Berikut rangkuman singkat tentang Writerpreneur.

1. Pengertian Writerpreneur

optimasi media
Designed by using canva
Writerpreneur adalah sebuah istilah yang merupakan gabungan dua kata yaitu “writer” dan “entrepreneur.” Kata “writer” berarti penulis dan kata “entrepreneur” artinya pebisnis. Sehingga dapat diartikan bahwa writerpreneur itu sendiri adalah penulis yang berbisnis dengan menjual karyanya sendiri berupa tulisan. Seorang writerpreneur juga memiliki cakupan yang lebih luas dari sekedar menghasilkan tulisan. Di mana seorang writerpreneur bisa mengembangkan terus keilmuan dan karyanya menjadi lebih luar, seperti mengangkat novel menjadi sebuah skenario film.

2. 5 Hal harus diperhatikan Writerpreneur

a. Good Attitude

Sikap yang baik atau good attitude menjadi hal penting yang perlu dimiliki semua orang apapun profesinya, termasuk menjadi seorang writerpreneur. Orang akan senantiasa melihat sikap kita saat berkomunikasi ataupun berinteraksi dengan kita.

b. Karya Tulis

Sesuai namanya, seorang writerpreneur harus memiliki karya tulis yang dihasilkan. Tentu tidak akan tepat jika seseorang disebut penulis tapi tidak memiliki karya tulis.

c. Relasi

Membangun relasi dan hubungan baik dengan semua kalangan menjadi hal yang harus dibangun oleh seorang writerpreneur, layaknya pebisnis pada bidang lain. Semakin banyak relasi yang dibangun semakin banyak yang akan mengetahui dan mengenal kita. Salah satunya adalah bergabung dengan komunitas seperti One Day One Post yang banyak diikuti orang dengan berbagai latar belakang yang berasal dari seluruh penjuru nusantara.

Narasumber juga menyampaikan bahwa sebagai seorang writerpreneur wajib hukumnnya membangun personal branding. Mengapa demikian? Karena dengan personal branding akan bisa mengenalkan apa keahlian kita pada relasi yang ada. Di mana ketika mereka membutuhkan sesuatu yang berhubungan dengan kita di kemudian hari, mereka akan langsung teringat dengan nama kita dan tentunya akan tertuju pada kita seperti tawaran kerjasama.

d. Perlakukan karyamu seperti anak

Setelah memliki karya tulis apa yang perlu dilakukan penulis? Wijaya menyampaikan bahwa kita perlu memperlakukan karya yang dimiliki seperti orang tua memperlakukan anaknya. Orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Caranya adalah dengan menanaman rasa percaya diri dengan setiap tulisan yang lahir dari tangan dan pikiran kita. Rasa percaya diri ini bisa dibangun dengan memperkenalkan tulisan kepada dunia agar mereka bisa membacanya.

e. Mau terus belajar

Dikatakan bahwa seorang writerpreneur adalah pembelajar sejati. Semakin ia menggali ilmu kepenulisan akan semakin banyak yang didapatkan dan semakin merasa belum tahu akan banyak hal. Saat kita banyak belajar, akan mendapat banyak pengetahuan dan informasi mengenail celah-celah yang bisa kita manfaatkan untuk menghasilkan dari karya-karya kita.

Dia juga menekankan bahwa seorang Writerpreneur bukan hanya menjual buku saja. Seorang Writerpreneur harus pintar-pintar mengolah karyanya sendiri. Tidak cukup sekedar menjadi buku lalu berhenti. Menulis adalah pekerjaan yang paling banyak bisa menghasilkan jika mau terus belajar dan mengolah karyanya.


B. Personal Branding

menguatkan personal branding
Designed by Using Canva
Materi personal branding dalam open recruitment ODOP Batch 9 ini disampaikan oleh Ajeng Putri Lestari. Seorang ibu dengan 3 anak yang juga aktif mengelola blog. Secara khusus pada malam itu dia membahas tentang Personal Branding sebagai Penulis.

1. Pengertian Personal Branding

Personal branding merupakan cara memasarkan diri dan atau karier melalui suatu citra yang dibentuk untuk khalayak umum. Orang-orang biasanya menggunakan media sosial, blog, situs web pribadi atau karya-karya lainnya untuk mempresentasikan personal branding-nya.

Pengertian lain personal branding adalah sebuah proses seseorang mengembangkan dan memaksimalkan potensi atau ketrampilan diri (skill), perilaku (behaviour) dan memahami nilai unggul (value) apa yang ingin dilakukan dan ingin dicapai dalam dirinya.

Personal Branding ini sangat penting keberadaannya karena akan membantu kita dan memberikan kita gambaran tentang apa yang perlu menjadi konsen kita, dan bagaimana cara kita berinteraksi.

2. Cara Membangun Personal Branding

Dalam membangun personal branding ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu
  1. Menemukan keunikan diri yang membuat orang lain tertarik.
  2. Rajin memperkenalkan diri pada platform yang ingin kita raih pasarnya.
  3. Konsisten dengan keunikan yang sudah kita pilih.

3. Tips Membangun Personal Branding

Ada beberapa tips yang disampaikan Ajeng untuk membangun personal branding sebagai penulis yaitu:
  1. Memakai nama dan foto yang sama di semua platform media sosial
  2. Pilih target audiences secara spesifik
  3. Membuat konten yang sesuai dengan personal branding dan berhubungan dengan audiences kita
  4. Bangun kedekatan dengan audiences

C. Cara Menguatkan Personal Branding sebagai Writerpreneur dengan Optimasi Media Sosial

optimasi sosial media
Designed by Using Canva
Berbicara tentang writerpreneur dan dunia blogging erat kaitannya dengan berbicara tentang personal branding. Blogger tentunya sudah paham tentang personal branding, karena sejak awal sebelum mengambil keputusan membuat blog mereka sudah memikirkan matang-matang untuk apa blog dibangun. Menetapkan tema yang akan diangkat menjadi tema dalam blog, yang tentunya ini bagian dari proses untuk membangun personal branding melalui blog. Menemukan the big why saat awal terjun sebagai blogger.

Ketika the big why sudah ditemukan dan blog sudah terbangun, selanjutnya adalah menulis sesuai dengan gaya kepenulisan kita. Menulis konten sesuai dengan tema yang telah dipilih.

Agar semakin banyak yang tahu tentang blog yang dimiliki maka perlu banyak melakukan tebar pesona. Biar apa coba? Biar banyak yang tahu blog kita, biar ada yang membaca tulisan kita.

Cara tebar pesona ini bisa dilakukan dengan bergabung dengan berbagai komunitas yang sejalan misal komunitas blogger, komunitas penulis, atau bahkan komunitas lainnya. Bergabungnya kita dengan komunitas akan membuat kita jadi dikenal sebagai orang yang blognya memiliki konsen pada tema tertentu. Semakin orang mengenal kita sebagai orang dengan gaya A, atau menyebut kita A, maka personal branding kita sudah masuk. Orang sudah melekatkan tema yang kita angkat, kegiatan yang kita lakukan sebagai bagian dari keahlian yang kita miliki.

Apakah bergabung dengan komunitas saja sudah cukup? Tentunya belum cukup. Kita perlu memperkuat personal branding kita sebagai writerpreneur agar dapat mendatangkan hasil. Untuk itu perlu memperluas jaringan dan menguatkan personal branding diri. Ini bisa dilakukan dengan mengoptimasi media sosial.

Sebagai blogger atau penulis kita sangat butuh untuk memperkenalkan diri pada khalayak ramai. Semakin sering kita memperkenalkan diri dan karya kita pada publik akan semakin dikenal sebagai orang yang memiliki karakter tertentu.

1. Pentingnya optimasi media sosial

Mengapa kita perlu mengoptimasi media sosial dalam membangun personal branding? Ini dia alasan kenapa perlu mengoptimalisasikan media sosial untuk membangun personal branding:
  1. Media sosial saat ini menjadi salah satu media yang mencerminkan keseharian kita.
  2. Media sosial menjadi salah satu media interaksi dengan sesama pengguna baik itu keluarga ataupun teman.
  3. Kita dapat dengan mudah memperkenalkan siapa diri kita.
  4. Sosial media bisa menjadi salah satu portofolio aktivitas yang menjadi personal branding kita.
  5. Sosial media bisa menjadi rumah kedua. Bisa jadi karena media sosial kita, personal branding kita sebagai writerpreneur akan terwujud dan membawa kita pada kesempatan untuk berkarya secara profesional.
Sebuah cerita betapa pentingnya menggunakan sosial media untuk mendukung personal branding adalah pengalaman saya sendiri. Awalnya saya hanya menggunakan akun media sosial (instagram) dengan setting personal. Setelah memiliki blog dan mengikuti kelas instagram, ternyata kita butuh mengatur menjadi profesional atau pengaturan bisnis. Melalui pengaturan itu kita akan mudah dikenal orang, kenapa karena akun kita tidak lagi di private. Pastinya malas mau berkunjung ke instagram atau media sosial teman kalau akunnya di private.

Terlebih kalau kita mengikuti job berhubungan dengan media sosial, auto tidak dilirik kalau akun dalam kondisi private. Calon klien tentunya tidak mau kalau brand yang mereka promokan hanya dilihat oleh sedikit orang.

Inilah yang akan memperkuat keberadaan kita. Melalui sosial media kita bisa melakukan update kegiatan kita sesuai dengan brand yang ingin kita bangun. Jika personal branding yang kita bagun seputar lifestyle kita bisa update apa saja berhubungan dengan lifestyle di media sosial kita, termasuk share artikel pada dari blog kita. Contoh saat saya berusaha memunculkan diri sebagai blogger, writer, photographer maka post yang saya update adalah seputar materi atau tulisan yang ada di blog, dan beberapa aktivitas yang menunjukkan ketertarikan saya pada beberapa bidang tersebut.

2. Optimasi media sosial untuk memperkuat personal branding.

Mungkin kita bertanya-tanya bagaimana cara mengoptimasi media sosial untuk memperkuat personal branding? Beberapa cara optimasi media sosial yang bisa kita lakukan untuk memperkuat personal branding melalui sosial media adalah
  1. Miliki akun sosial media, ini syarat utama ya. Jangan coba-coba share tentang tulisan kita kalau tidak punya akun media sosial. Serius amat, tapi memang betul.
  2. Buat tampilan akun media sosial tampak profesional dengan tidak dibuat personal atau private.
  3. Atur pengaturan sosial media meliputi profile dan deskripsi bio. Ini perlu dilakukan untuk mempermudah orang lain membangun interaksi dengan kita, baik secara langsung ataupun tidak langsung.
  4. Membuat konten secara konsisten. Konsisten di sini bermacam-macam ya, tergantung kita selaku pemilik akun, mau update setiap hari, setiap dua hari sekali atau bahkan tiga kali sehari, yang jelas tetap konsisten.
  5. Buat tampilan instagram menarik dengan feed yang rapi.
  6. Rajin share artikel blog kita.
  7. Satu lagi, rajin membangun relasi dengan mengunjungi sosial media teman kita. 
Jangan berharap dikunjungi orang lain kalau kita tidak pernah bertamu atau menyapa orang lain. Jangan berharap di kenal banyak orang karena kita bukan artis.
Bagaimana sudah memahami hubungan antara writerpreneur, personal branding dan optimasi media sosial? Tulisan ini menjelaskan bagaimana hubungan kita sebagai blogger yang lebih banyak berhubungan dengan kegiatan menulis, eksplorasi ide untuk konten dengan personal branding dan sosial media. Seperti disampaikan dua narasumber dalam kesempatan yang berbeda, kita perlu mengeksplorasi diri dan memperkenalkan diri kepada publik. 

Selain instagram kita juga bisa mengoptimalisasi media sosial lain seperti twitter, facebook pages, youtube channel, tiktok, dan lainnya. Tujuan akhir dari mengoptimalisasi media sosial adalah memperkuat branding kita sebagai writerpreneur, dalam hal ini seorang blogger yang erat dengan dunia kepenulisan.

Related Posts

9 comments

  1. Ternyata begitu ya cara personal branding. Aku juga writerpreneur nih. jadi banyak belajar dari artikel ini. Terima kasih

    ReplyDelete
  2. Socmed memanng pentiiing banget dijadikan tools untuk makin meningkatkan personal branding sebagai content creator/penulis dll.
    Siapp, mau kelola socmed dgn makin baik, ahhh

    ReplyDelete
  3. Ih Keren banget,
    Sangat Bermanfaat tulisan ini mah,

    Terus Belajar, Bangun Relasi dan memperlakukan Karya seperti hal yang paling Berharga Hm hm ♥️

    ReplyDelete
  4. minus personal branding, sebetulnya semua tips harus dilakukan siapapun yang sedang meniti karir ya?

    Personal branding dibutuhkan jika bercita cita menjadi writerpreneur sukses

    ReplyDelete
  5. Media sosial emang erat kaitannya ya dengan urusan personal branding. Saya juga masih berusaha mengelola medsos supaya bisa optimal dan bermanfaat

    ReplyDelete
  6. Sosial media memang sangat berpengaruh ya, kak
    Termasuk bila ingin jadi seorang writepreneur yang sukses
    Sosmed bisa jadi alat personal branding

    ReplyDelete
  7. Pekerjaan panjang seorang writerpreneur yaa..
    Selalu harus belajar dan jangan lupakan attitude. Ini sesungguhnya yang paling penting. Mengosongkan gelas dan mengambil banyak manfaat dari ilmu yang ada di sekitar kita.

    ReplyDelete
  8. PR masih banyak banget buat menjadi writerpreneur dan mengelola media sosial dengan baik. Makasih tipsnya mbak

    ReplyDelete
  9. kayaknya aku masih belum optimal sih dalam membangun personal branding dan sosial media ini, mbak. fokusnya masih nulis aja dulu

    ReplyDelete

Post a Comment