deeva collection

Eksplorasi Minat Generasi Alpha, Perlukah Dilakukan Orang Tua dan Bagaimana?

Konten [Tampil]
Eksplorasi minat generasi alpha menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Orang tua perlu mengetahui dan memahami cara memberikan stimulasi untuk eksplorasi minat generasi alpha.

Bagaimanapun juga generasi alpha sama dengan generasi sebelumnya. Mereka tetap memerlukan stimulasi untuk bisa mengetahui apa yang sebenarnya menjadi minatnya. Apa yang menjadi bakat dan potensi anak.,

Sebagai orang tua pada dasarnya kita dapat mengeksplorasi minat anak sejak anak berusia satu tahun sampai nanti dia sekolah di SD, SMP, bahkan SMA. Pada setiap prosesnya orang tua bisa memperhatikan, apa yang menjadi minat, bakat, ataupun potensi yang dimiliki anak.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua zaman now. Kita sebagai orang tua tidak boleh hanya berdiam diri. Tidak bisa membiarkan anak dan menuruti begitu saja keinginan mereka. Sebagai orang tua perlu berhati-hati dalam mendidik dan mengasuh anak-anak. 

Orang tua sebisa mungkin harus memperhatikan betul setiap gerak-gerik dan tingkah laku anak.  Sehingga orang tua akan tahu apa yang harus diperbuat untuk anak-anaknya. Baik sebagai sebuah solusi ataupun bahan untuk membuat aktivitas untuk pengayaan bagi anak. 

Salah seorang teman saya, dalam keseharian bersama anaknya yang termasuk generasi alpha banyak memberikan inspirasi kegiatan-kegiatan bersama anak.  Misal mengeksplorasi minat anaknya melalui bermain. Tulisan-tulisan inspiratifnya mengenai parenting, home education itu terangkai dalam Jurnal Pemikiran Seorang Ibu. 

A.Orang Tua Sadari Hal Ini

Eksplorasi minat generasi alpha menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Orang tua perlu mengetahui dan memahami cara memberikan stimulasi untuk eksplorasi minat generasi alpha.
Ilustrasi perbedaan antar generasi
Sebagai orang tua, kita harus pandai dalam menyikapi setiap persoalan yang terjadi pada anak. 

Mendidik anak generasi alpha berarti orang tua perlu memahami karakteristik generasi alpha itu sendiri. Selain memahami karakteristiknya, juga perlu memperhatikan hal-hal yang bisa membuat orang tua bisa sejalan dengan generasi alpha.

1. Mereka hidup di era teknologi, kita sebagai orang tua tidak bisa menghindarkan mereka dari berinteraksi dengan teknologi. Justru kita harus ikut melek teknologi, sebisa mungkin mengikuti perkembangan teknologi yang begitu cepat dan berusaha memahaminya.

2. Mereka lebih banyak berinteraksi dengan gadget dan teknologi lain, sepatutnya orang tua menanamkan nilai-nilai penting pada diri anak. Menanamkan nilai-nilai, aturan, dan hal positif lain dalam keseharian mereka. Mendidik dan menanamkan kepada mereka mana hal yang bisa dilakukan dan tidak boleh dilakukan, mana yang baik dan mana yang buruk.

3. Mereka butuh teman, butuh bersosialisasi, jadi kita harus ebisa mungkin mengarahkan mereka, mengajak merka berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Jangan sampai seumur hidup mereka hanya berinteraksi dengan gadget hingga lupa bagaimana cara berinteraksi, berkomunikasi, dan bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Kita bisa mengajak mereka bermain di luar, memberikan kesempatan kepada anak untuk beraktivitas di luar rumah sama banyaknya dengan di dalam rumah.

4. Dalam mengasuh generasi alpha orang tua bisa menerapkan pola autoritatif. Memberikan kebebasan kepada anak namun tetap membekali anak, mendidik anak dengan nilai-nilai tanggung jawab.

B. Cara Eksplorasi Minat dan Bakat Generasi Alpha

Bagaimana cara kita sebagai orang tua dalam mengeksplorasi minat, bakat, dan potensi anak? Beberapa gal yang dapat dilakukan orang tua dalam memberikan stimulasi untuk eksplorasi minat generasi alpha
Ilustrasi alternatif aktivitas orang tua dan generasi alpha
Bagaimana cara kita sebagai orang tua dalam mengeksplorasi minat, bakat, dan potensi anak? Beberapa gal yang dapat dilakukan orang tua dalam memberikan stimulasi untuk eksplorasi minat generasi alpha adalah:

1. Menerapkan metode belajar progresif.

Metode belajar progresif adalah cara belajar yang aktif, interaktif dan memberikan kesempatan kepada anak untuk dapat mengeluarkan ide-idenya agar dia bisa memahami suatu konsep tertentu.

Metode belajar progresif ini adalah learning by doing. Memberikan pada anak lebih banyak pengalaman-pengalaman nyata untuk bisa memahami suatu hal. Sebagai contoh ketika anak-anak balita mempelajari tentang warna. Dia bukan hanya melihat saja warnanya tapi kita bisa memberikan dia pengalaman lain.

Pengalaman apa yang bisa diberikan? Orang tua bisa mengajak anak bereksperimen sederhana. Misalnya eskperimen mencampur dua warna hingga mengasilkan warna baru. Katakanlah kita mengajak anak mencampur warna biru dan kuning, yang kemudian akan menghasilkan warna hijau.

Melalui percobaan sederhana seperti ini, dia akan tahu dan mendapatkan informasi secara tidak langsung bahwa tentang konsep warna. Dia akan mengetahui bahwa warna-warna itu bisa dicampur dan menghasilkan satu warna tertentu Ini salah satu contoh metode belajar progresif.

Untuk itu, dalam eksplorasi minat anak dapat dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba dan mengeksplorasi hal-hal baru apapun itu. Menjadi orang tua generasi alpha, kita perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk bisa bebas tapi tetap bertanggung jawab.

2. Orang tua menyediakan ruang bagi anak melakukan eksplorasi.

Ruang di sini adalah ruang khusus yang memang disediakan ornag tua bagi anak untuk melakukan eksplorasi. Bisa dengan tempat bermain khusus apakah di halaman atau di tempat lain. Sehingga dengan adanya ruang khusus, anak bisa mencoba apapun, anak bisa melakukan apapun di sana.

Namun demikian, orang tua tetap perlu memberikan perhatian, pendampingan kepada anak. Dalam proses eksplorasi ini, orang tua tidak membiarkan anak mencari tahu sendiri. Sebisa mungkin orang tua juga terlibat aktif dalam proses eksplorasi minat anak.


3. Memberikan kesempatan pada anak untuk mengalami salah dan gagal.

Memberikan kesempatan kepada anak untuk mengalami salah dan gagal merupakan hal yang penting. Mengapa demikian? Karena hal ini akan mengajarkan kepada mereka, generasi alpha bahwa salah dan gagal adalah bagian dari proses yang harus dijalani.

Untuk itu, sebagai orang tua, meskipun terlibat aktif dalam proses eksplorasi anak, kita tidak melakukan banyak intervensi pada anak. Biarkan mereka bereksplorasi. Berikan anak kesepatan untuk memiliki pengalaman. Biarkan mereka mengalami salah atau gagal dan mengambil pelajaran dari kesalahan dan kegagalan yang dialaminya. 

Orang tua bisa merangkai kegiatan untuk memberikan anak pengalaman melalui kegiatan-kegiatan sederhana saat weekend. Misal memasak bersama, akan memberikan pengalaman pada anak untuk mengetahui nama bahan yang benar apa, bentuknya bagaimana, yang tentu ini akan memberikan anak pengalaman yang begitu berkesan.

Semoga ulasan tentang Stimulasi Untuk Eksplorasi Minat Generasi Alpha ini bisa memberikan kita gambaran bagaimana menyikapi anak-anak. Kitapun bisa menjadi orang tua yang tidak antipati dengan teknologi ataupun perkembangan zaman, namun sebaliknya kita mengikuti setiap informasi dan perkembangan teknologi, sehingga kita bisa sinkron ketika diskusi bersama mereka.

Related Posts

34 comments

  1. Generasi alpha akan berteman segala teknologi, namun jangan sampai kehilangan human touch.
    Saya suka dengan gagasan belajar generasi alpha dengan menstimulus melalui metode belajar progresif, di mana anak akan belajar dengan aktif, interaktif, dan tak sungkan untuk mengeluarkan setiap ide-ide yang dimilikinya

    ReplyDelete
  2. generasi alfa ini memang tidak bisa dididik dengan cara yang sama dengan cara kita didik orang tuanya di masa kecil ya. pastinya banyak perubahan karena lingkungan mereka skr sangat berbeda, dan untuk menyiapkan ke masa depan di mana kelak mereka akan berkiprah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mb Opi. Betul sekali. Kita sebagai orang tua harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

      Delete
  3. Mendampingi anak memang sangat penting dalam menstimulasi bakat dan minatnya. Dengan begitu, orang tua bisa tau apa yang menjadi minatnya kemudian mengarahkannya agar ia bisa mengejar mimpinya kelak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, Kak tugas orang tua menstimulasi sehingga tahu minat dan bakat anak-anak kita, tentunya di kemudian ini bisa bermanfaat untuk mempersiapkan masa depan mereka.

      Delete
  4. Bener banget Pak. Kita dan anak-anak kita adalah 2 generasi yang hidup di dunia yang berbeda. Sebagai orang tua, harus pintar membaca situasi dan beradaptasi.
    Harus tetap menjadi sahabat anak di segala situasi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, benar sekali Pak Dokter. KIta berada di generasi yang berbeda, namun sebagai orang tua kudu tetap mengerti kondisi dan situasi anak-anak kita, di era apa mereka hidup, bagaimana kita menyikapi mereka

      Delete
  5. generasi alfa berarti setara sama keponakan2 nih. widih mereka semua canggih2 loh. orang tua pun gak boleh kalah sama perkembangan mereka

    ReplyDelete
  6. Rata-rata tentang anak harus sering eksplorasi ya..
    Menurut saya, memang anak sekarang lebih jarang eksplorasi karena: pandemi, lingkungan luar rumah kurang aman dan gadget. Padahal sekarang sudah banyak informasi tentang optimalisasi perkembangan anak.

    ReplyDelete
  7. PR banget punya anak generasi alpha. Apalagi bagi orangtua yang tinggal di kota besar. Sementara kami orangtuanya dulu besar di daerah. Pada akhirnya tarik ulur agar bisa mengarahkan dan mendukung minat anak.

    ReplyDelete
  8. Satu kata buat anak generasi alpha,yaitu " kritis."dan selalu bertanya ttg suatu hal sampai detail.itulah pr terbesar buat saya terutama ☺️

    ReplyDelete
  9. Betul sekali. Kita tidak bisa menghindarkan anak-anak (generasi alpha) dari teknologi. Sebaliknya, kita harus melek teknologi, supaya bisa membersamai anak-anak.

    ReplyDelete
  10. nah salah satu cara menghindarkan anak dari pengaruh teknologi adalah banyakin kegiatan di rumah untuk melatih kreativitasnya. Dan Memang ..memasak bersama anak itu sangat seru lho ! yang ga seru cuma beberesnya doank wkwkwk

    ReplyDelete
  11. Benar banget. Mendidik anak generasi alpha memang harus beraktivitas bersama mereka. Beda zaman dengan kita yang dulu punya banyak sarana bermain dan belum ada gadget.

    ReplyDelete
  12. Ah iya aku merasakan anak sekarang (anak2ku sendiri pun) seperti lebih kritis. Mungkin memang stimulannya banyak ya jaman skg. Belajarnyapun bisa pakau tools apapun dan informasi mudah didapat dimanapun. Jadi ortu untuk generasi alpha ini dituntut banget untuk lebih kreatif dan mengikuti zaman (in a good way). Semoga dimudahkan ;) hehe

    ReplyDelete
  13. sepakat banget aku bahwa mendidik generasi alpha tuh ortukudu kratif danlagi harus siap membuka ruang mereka unyuk ekplore. nah siasatnya adalah salah satunya mengajak mereka melakukan kegiatan rumah tangga hwakaka memasak contohnya hihihih

    ReplyDelete
  14. Luar biasa memang generasi Alpha ini, rata2 mereka dalam soal pengetahuan teknologi cepat mengenal, mungkin karena mereka native, yaa,...jujurly, saya malah yg terkadang banyak belajar dari generasi ini.... mendidik mereka harus logic dan kadang harus adu argument yg mampu memuaskan rasa kepenasaran mereka. thankyou for sharing bro...

    ReplyDelete
  15. Setuju si sama orang tua yang melek teknologi biar tetap asyik dan nyambung obrolannya. Kita juga gak bisa melarang anak mengenal gadget cuma perlu disesuaikan dengan umurnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku setuju sama mba zakia, meski mereka termasuk generasi alpha yang namanyakendali tetep harus ada. meski sekarang masih sering pinjem hp emaknya, tetep belum saya kasih sih. malah saya ajak nabung buat beli laptop atau tab sekalian. jangan hp

      Delete
  16. Setuju banget sama tulisan, Mbak. Jujur, yang paling sulit untuk dilakukan buat aku itu memberi ruang untuk anak berekplorasi. Kadang tanpa sadar, dikit-dikit melarang. Padahal ini malah menghambat ekplorasi anak itu sendiri. Makasih remindernya, Mbak.

    ReplyDelete
  17. Tao bisa dipungkiri generasi alpha akan tetap bersinggungan dengan teknologi y kak. sebab itu kudu punya jurus ampuh agar potensi, bakat dan minat anak tetap terwadahi dg beragam tantangan pengasuhan....salah satunya dengan menyediakan ruang bereksplorasi.

    ReplyDelete
  18. Perbedaan antara didikan dengan orang tua yang pendidikannya tidak tamat juga jadi salah satu perhatian juga ya ini. Mereka cenderung sering memarahi dan melarang "keras" kalau melihat anak lebih memilih main gadget dari pada belajar.
    Karena satu problem ini, ada baiknya kalau ada pihak2 tertentu memberikan sosialisai terkait generasi alpha yang akan terus bersinggungan dengan canggihnya teknologi.

    ReplyDelete
  19. Tantangan banget buat ngertiin dunia generasi anak2 kita, serasa jadi ortu kolonial banget

    ReplyDelete
  20. aku setuju nih kak, anak-anak kita emang hidup dijaman teknologi udah jauh lebih maju dibanding generasiku. perkalian aja diajarin di kelas 2 dan anak sd kelas 1 wajib banget udah bisa calistung. apalagi soal melek teknologi. i will save your suggestion nih mba, penting banget

    ReplyDelete
  21. bekal banget buat calon orang tua tulisan ini. Aku sangat tertarik bacaan terkait parenting, agar tidak salah dalam menanggapi dan mendidik anak nanti

    ReplyDelete
  22. bekal banget buat calon orang tua tulisan ini. Aku sangat tertarik bacaan terkait parenting, agar tidak salah dalam menanggapi dan mendidik anak nanti

    ReplyDelete
  23. Informasi yang sedang kubutuhkan saat ini, terimakasih ulasannya yang sangat bermanfaat. PR banget emang ya mengasuh anak di era teknologi.

    ReplyDelete
  24. Mendekatkan generasi alpha dengan alam apa termasuk pola didik yang bisa diakrabkan dengan anak2 generasi ini juga kak?

    ReplyDelete
  25. yes generasi alpha tuh kaya udah auto melek teknologi ya, anak bayi sekarang kaya lebih jago eksplore fitur dan apps apps di hape dibanding orang tuanya, makanya ortu pun harus catch up dinamika pertumbuhan anak di masa teknologi gini yaa, plus nilai2 keluarga dan sosialnya harus terus ditanamkan dari bayi

    ReplyDelete
  26. Setuju sih bagian mengajarkan bahwa salah dan gagal adalah proses. Dulu dituntut harus bisa dari apa saja yang dipelajari akhirnya kalau gagal/salah itu seperti tidak berguna lagi. Syukurlah pengetahuan semakin lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  27. bener. perlu banget menyediakan ruang bagi anak buat eksplor semua yang dia suka. karena anak masih penasaran sama sesuatu dan mereka pasti selalu pengin buat nyoba banyak hal.

    ReplyDelete
  28. Setuju sekali Pak, sbg ortu milenial dgn anak generasi Alpha sungguh jdi tantangan tersendiri ya. Meski teknologi sangat membantu, tpi satu sisi bsa jdi boomerang jga klo kita ga menggunakan dgn bijak

    ReplyDelete
  29. generasi alpha ini memang luar biasa, mereka hanya perlu dipantau dan didampingi saja, kalau kita lihat secara pedagogiknya, mereka lebih cepat menangkap dan menstimulasi, hanya saja terkadang mereka belum paham benar manfaat apa yang mereka kerjakan nantinya.

    ReplyDelete

Post a Comment